Saturday, 22 March 2014
Monday, 10 March 2014
Klasifikasi Pohon-Pohon
dalam Sebuah Hutan
dalam Sebuah Hutan
Klasifikasi pohon dalam sebuah hutan sangat berguna bagi keperluan pengelolaan hutan. Beberapa cara disebutkan dibawah ini :
- Klasifikasi berdasarkan ukuran, misalnya diameter setinggi dada dan tinggi pohon, seperti
dalam hutan alam produksi pada HPH :
- Semai , tinggi sampai 1,5 cm
- Pancang / sapihan tinggi >
1,5 m sampai diameter < 10 cm
- Tiang diameter 10 sampai
dengan 19 cm
- Pohon inti, diameter 20
cm sampai 49 cm
- Pohon besar, diameter > 50
cm
2. Klasifikasi berdasarkan posisi tajuk pohon.
Hal ini sangat bermanfaat pada hutan seumur seperti pada hutan
tanaman jati, pinus, mahoni dan lain-lain.
Dominan :
pohon dengan tajuk lebar di atas lapisan tajuk, menerima sinar matahari dari atas dan sebagian dari samping.
pohon dengan tajuk lebar di atas lapisan tajuk, menerima sinar matahari dari atas dan sebagian dari samping.
Kodominan :
pohon dengan tajuk besar pada lapisan tajuk, menerima sinar matahari langsung dari atas dan sebagian dari samping. Tajuk agak lebih kecil dari dominan, tetapi sehat dan tegar.
pohon dengan tajuk besar pada lapisan tajuk, menerima sinar matahari langsung dari atas dan sebagian dari samping. Tajuk agak lebih kecil dari dominan, tetapi sehat dan tegar.
Tengahan:
pohon dengan bagian besar tajuk di bawah lapisan tajuk atau terjepit, menerima sebagian matahari dari atas dan sebagian kecil atau tidak sama sekali dari samping.
pohon dengan bagian besar tajuk di bawah lapisan tajuk atau terjepit, menerima sebagian matahari dari atas dan sebagian kecil atau tidak sama sekali dari samping.
Tertekan :
pohon dengan tajuk dinaungi pohon besar dan tidak menerima sinar matahari sepenuhnya, baik dari atas maupun dari samping.
pohon dengan tajuk dinaungi pohon besar dan tidak menerima sinar matahari sepenuhnya, baik dari atas maupun dari samping.
Selain klasifikasi tersebut, terdapat penggolongan berdasarkan
kualitas pohon sebagai berikut :
- Pohon serigala (Wolf tree) : Pohon yang menghalangi pertumbuhan
pohon lain yang sehat dan subur, tetapi kurang bernilai komersil.
- Pohon buruk dan berbatang ganda : Pohon yang bentuknya kurang bernilai komersil.
- Pohon berbekas luka bakar.
- Pohon gerowong
- Pohon membusuk
Sunday, 23 February 2014
PENGERTIAN MORFOLOGI
1.
Secara harafiah, morfologi
berarti 'pengetahuan tentang bentuk' (morphos).
2. Morfologi
adalah ilmu bahasa yang mempelajari seluk beluk kata serta fungsi
perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatikal maupun fungsi
semantik (Ramlan, 1987: 21).
3. Morfologi
adalah bidang linguistik yang mempelajari morfem dan kombinasi-kombinasinya;
bagian dari struktur bahasa yang mencakup kata dan bagian-bagian kata yakni
morfem (Kridalaksana, 1993: 51).
4. Morfologi adalah bagian dari
tatabahasa yang membicarakan bentuk kata (Keraf, 1984: 51).
5.
Morfologi adalah ilmu bahasa yang
berisikan tentang seluk-beluk kata dan proses pembentukannya
KESIMPULAN:
Berdasarkan beberapa pendapat dan pengertian tersebut dapatlah dinyatakan bahwa
morfologi adalah bidang linguistik, ilmu bahasa, atau bagian dari tatabahasa
yang mempelajari tentamg morfem dan
kata, beserta
fungsi perubahan-perubahan gramatikal dan semantiknya.
Nama : Alamsyah
Stambuk : A
111 13 031
Kelas : A 2013 (FKIP15)
Prodi : Pend.Bahasa Indonesia
Subscribe to:
Posts (Atom)