Sunday, 1 December 2013

kisah pengemis



BURUNG DIKOTA-KOTA
(Alamsyah.L)
Panas menusuk di kulit-kulit udara,
 yang menerpa setiap detik demi detik kehidupan
menyengsaraankan hidup burung-burung liar yang semakin tak terbendung
mereka seakan berharap hujan datang.,
 membawa ulat-ulat kecil untuk jadi santapan mereka,
berharap sekeping daun-daun untuk jadi bekal mereka,
berharap segumpal tanah liat berjalan mendekati mereka
burung menangis ,merintih mengharap belas kasihan datang
tetapi, tak satu pun yang datang
tidak manusia
tidak hewan
tidak tuhan
tidak penguasa tanah airku

“aku terbang mengelilingi samudera
Melayang jauh sampai ke afrika
Mengelilingi jagat raya
Untuk makan sementara
Untuk kenyang sewaktu”
Arrrhhhh………
Burung lapar……
Tuhan…. Inikah rumahku?
Inikah tanah airku?
Mengapa burung-burung bermobil tak menghiraukan aku?
Kenapa saudara-saudaraku di gedung hijau tak memprhatikanku?
Jika ini bukan tanah airku .. lalu dimana ?
Dimana saudaraku?
Dimana mereka?

(palu, 30 November,2013)

Friday, 29 November 2013

karyaku



Asap kenikmatan
(alamsyah.L)
Banyak yang bisa dikerjakan karenamu
Banyak juga duri yang datang karenamu
Sedikit kembang yang mendekat karenamu
Sedikit benang yang terikat karenamu
Seperti debu yang beterbangan di padang pasir
Bagai surya yang ingin bertahan menyinari bumi
Oh…… nikmatnya engkau
Banyak duri-duri kembang yang menusuk ,
Kw tetap segalanya..
Aku melihat surga saat bersamamu
Ingin rasanya aku mati bersamamu
Janganlah engkau sirna di muka bumi ini,
Oh….nikmatnya,,,,!!!
Aku rela tak makan karenamu
Aku rela miskin karenamu

Jika engkau tak ada
Semangat jiwa kan padam di telan waktu
Jiwa seakan kaku tak berdaya
Benang-benang seakan tegang saat aku menikmatimu

Ohh….. nikmatnya engkau

(palu, 29 november,2013)
@alamsyah_basis